Selasa, 25 Juli 2017

MAKALAH TENTANG JENIS, PRINSIP, CIRI, METODE DAN PENDEKATAN DALAM BELAJAR



BAB I
PEMBAHASAN

JENIS, PRINSIP, CIRI, METODE DAN PENDEKATAN DALAM BELAJAR

A.    Jenis-jenis belajar

Proses belajar dapat dikatagorikan beberapa jenis:
1.      Belajar abstrak ( abstract learning ): adalah menggunakan cara berfikir abstrak yang bertujuan memperoleh pemahaman dan pengertian terhadap sesuatu yang bersifat abstrak/ tidak nyata. Belajar jenis ini memerlukan peranan akal yang kuat dan penguasaan prinsip-prinsip, konsep. Contoh: pembelajaran agama islam adalah belajar ilmu tauhid, yang memerlukan prinsip-prinsip ketuhanan dalam islam.
2.      Belajar keterampilan ( vocational learning ): adalah belajar dengan menggunakan gerakan-gerakan motorik, yang berhubungan dengan urat syaraf dan otot-otot neuromuscular, yang bertujuan untuk menguasai keterampilan jasmaniyah tertentu. contohnya, belajar memperbaiki mobil, belajar music, belajar olahraga. Dalam kontek agama seperti manasik haji, merawat jenasah, praktek wudhu’ dll.
3.      Belajar social ( social learning ): adalah belajar dalam menguasai dan memahami masalah sosial, yang bertujuan agar dapat memecahkan persoalan-persoalan sosial, kemasyarakatan yang bersangkut paut dengan kelompok, jamaah, komonitas sekolah. Yang termasuk jenis belajar ini adalah ilmu sosial kewarganegaraan ( civic education ).
4.      Belajar pemecahan masalah ( problem solving learning ): adalah belajar untuk dapat menggunakan metode berfikir ilmiah secara sistematis, logis, dan akurat. Tujuannya adalah agar dapat memecahkan persoalan secara rasional.
5.      Belajar rasional ( rational learning ): adalah belajar dengan menggunakan kemampuan berfikir secara logis dan rasional. Tujuannya adalah untuk memperoleh macam-macam kemampuan menggunakan prinsip dan konsep.
6.      Belajar kebiasaan ( habitual learning ): adalah upaya melahirkan kebiasaan yang dan bermaksud menghilangkan kebiasaan yang lama. Tujuannya adalah agar siswa mendapatkan sifat-sifat dan kebiasaaan yang lebih baik dan bermanfaat,[1] sekaligus menghilangkan kebiasaan yang tidak baik.

B.     Prinsip-prinsip belajar

Prinsip-prinsip umum yang berkaitan dengan proses belajar:
v  Perhatian dan motivasi
v  Keaktifan
v  Keterlibatan langsung dan pengalaman
v  Pengulangan
v  Tantangan
v  Penguatan
v  Perbedaan individual



C.     Metode dan pendekatan belajar

1)      Pendekatan hukum jost: Yang mendasari hukum jost adalah bahwa anak didik yang lebih sering mempraktekkan materi pelajaran akan lebih mudah memanggil kembali memori lama yang berhubungan dengan materi yang sedang ditekuni.
Hukum ini sejalan dengan prinsip pengulangan dalam belajar, intinya bahwa makin banyak seseorang mengulang apa yang dipelajari, maka semakin kuat ia menyimpan dan semakin mudah memproduksi informasi.[2]
2)      Pendekatan ballard dan clanchy: menurut hukum ini pendekatan belajar siswa secara umum dipengaruhi oleh sikap terhadap ilmu pengetahuan yang sedang ia pelajari.
-          Ada dua sikap seseorang menyikapi ilmu pengetahuan:
                                                        i.            Conserving yaitu mempertahankan pengetahuan yang telah dimiliki, sikap ini menggunakan pendekatan belajar reproduktif yaitu menghasilkan kembali fakta dan informasi.
                                                      ii.            Extending yaitu sikap memperluas pengetahuan yang telah dimiliki. Pendekatan ini menggunakan pendekatan analitis.[3]

3)      Pendekatan biggs: pendekatan ini dilahirkan dari penelitian yang dilakukan oleh Jonh Biggs, yang mengelompokan pendekatan belajar siswa dalam tiga kelompok:

Ø  Pendekatan surface ( permukaan/ bersifat lahiriah )
Ø  Pendekatan deep ( mendalam )
Ø  Pendekatan achiving ( berprestasi )

·           Sedangkan metode belajar, diantaranya dikembangkan oleh francis P. Robinson sebagai berikut:
ü  Survei, memeriksa dan meneliti seluruh isi teks. Tujuannya agar siswa mengetahui panjangnya teks, judul bagian ( heading ) dan judul sub bagian, istilah, kata kunci dll.
ü  Question yaitu menyusun daftar pertanyaan yang relevan dengan teks.
ü  Read yaitu membaca teks secara aktif untuk mencari jawaban atas pertanyaan yang telah disusun. Membaca secara aktif adalah membaca secara detail dan terfokus terhadap paragraph yang diyakini memberikan jawaban terhadap pertanyaan yang telah disusun.
ü  Review yaitu meninjau ulang seluruh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang tersusun pada langkah kedua dan ketiga.






BAB II

TEORI BELAJAR BEHAVIORISME DAN HUMANISME

A.    Teori Belajar Behaviorisme

Behaviorisme merupakan salah satu pendekatan untuk memahami perilaku individu. Behaviorisme memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmani, dan mengabaikan aspk-aspek mental. Dengan kata lain behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan, bakat, minat dan perasaan individu dalam suatu mengajar.

Teori kaum behaviorisme lebih dikenal dengan nama teori belajar, karena seluruh perilaku manusia adalah hasil belajar. Belajar artinya perubahan perilaku organisme sebagai pengaruh lingkungan. Behaviorisme tidak mau mempersoalkan apakah manusia baik atau jelek, rasional atau emosional, akan tetapi behaviorisme hanya ingin mengetahui bagaimana perilaku dikendalikan oleh factor lingkungan.

*  Ciri dari teori ini behaviorisme anatara lain:
*      mengutamakan unsure-unsur dan bagian kecil bersifat mekanistik
*       menekankan peranan lingkungan
*       mementingkan mekanisme belajar
*      mementingkan peranan kemampuan da
*      hasil belajar yang diperoleh adalah munculnya perilaku yang diinginkan.  

Pada teori belajar ini sering disebut S-R psikologi artinya bahwa tingkah laku manusia dikendalikan oleh ganjaran atau reward dan penguatan atau reinforcement dari lingkungan. Guru yang menganut pandangan ini berpendapat bahwa tingkah laku siswa merupakan reaksi terhadap lingkungan dan tingkah laku adalah hasil belajar.

Teori belajar a adalah prinsip umum atau kumpulan prinsip yang saling berhubungan dan merupakan penjelasan atas sejumlah fakta dan penemuan yang berkaitan dengan aktivitas belajar.

A.       Teori Belajar Humanisme

Pembelajaran dengan menggunakan pandangan dan prinsip aliran belajar humanistic, juga mengupayakan pembelajaran yang dapat menumbuhkembangkan kemampuan peserta didik memebantu anak didik untuk meningkatkan kemampuan berkreasi, berimajinasi, mempunyai pengalaman, berintuisi, merasakan dan berfantasi. Para guru/ pendidik dengan pandangan ini mengupayakan untuk melihat dalam spectrum yang luas mengenai perilaku manusia. Dalam pandangan ini sangat tampak bahwa pembelajaran dengan pendekatan ini sangat menekankan aspek emosi. Emosi dilihat sebagai suatu yang memerikan keuntungan dalampembelajaran dan pendidikan.

Menurut teori belajar humanistic, pendidik diharapkan dapat membantu dalam mengembangkan diri siswa untuk mengenaldiri mereka sendiri sebagai manusia yang unik, dan membantu siswa dalam mewujudkan potensi dalam kita sendiri.


Prinsip-prinsip belajar humanistic:
Ø  Manusia mempunyai belajar alami
Ø  Belajar signifikan apabila terjadi materi pelajaran dirasakan murid mempunyai relevansi dengan maksud tertentu.
Ø  Belajar menyangkut perubahan dalam persepsi dirinya sendiri
Ø  Belajar lancar jika siswa dilibatkan dalam proses belajar

Aliran belajar humanistic memberikan penekanan pada proses pembelajaran sebagai berikut: penyusunan dan penyajian materi pelajaran harus sesuai dengan perasaan dan perhatian siswa. Tujuan utama pendidik adalah membantu siswa mengembangkan dirinya yaitu membatu individu untuk mengenal dirinya sendiri sebagai manusia yang unik dan membantu mewujudkan potensi mereka.

Para ahli humanistic ada 2 bagian pada proses belajar:

v  Proses pemerolehan informasi baru
v  Personalisasi informasi ini pada individu

Tujuan pembelajaran lebih diutamakan pada prosesnya bukan pada hasinya. Pada umumnya proses pembelajaran adalah, * merumuskan tujuan belajar yang jelas,* mengusahakan adanya partisipasi siswa,* mendorong inisiatif siswa untuk peka kritis,* mengemukakan pendapat. Pada teori ini lebih menekankan pada proses daripada hasil pembelajaran sehingga siswa harus aktif.

Guru yang baik menurut teori ini adalah: - guru yang humoris
-  Adil, menarik, lebih demokratis,mampu berhubungan dengan siswa dengan wajar

Sedangkan guru yang tidak efektif adalah sedangkan guru yang tidak efektif adalah humoris yang rendah, mudah menjadi tidak sabar, suka melukai perasaan siswaengan lomentar yang menyakitkan

Tokoh aliran humanistic:
a. Combs:  Seorang tokoh aliran psikologi humanistic yang menyatakan bahwa apabila kita ingin merubah perilaku anak didik, maka kita harus dapat memahami pandangan dan keyakinan anak tersebut kemudian merubah pandangan itu. Menurut Combs guru tidak hanya mengharapkan murid belajar sesuai dengan mata pelajaran yang ia susun, tapi harus berupaya agar murid memperoleh arti pribadinya dari mata pelajaran itu.
b  Maslow: Bahwa guru dalam mengajar anak didik harus dapat memberikan pemuasaan terhadap kebutuhan-kebutuhan ( need ) anak. Ia mengatakan bahwa motivasi dan perhatian belajar anak akan tumbuh jika yang ia pelajari sesuai dengan kebutuhannya.
c.    Roger : proses belajar humanistic dengan beberapa prinsip.

v  Manusia mempunyai kemampuan untuk belajar secara alami.
v  Belajar berarti jika mata pelajaran sesuai dengan maksudnya sendiri.
v  Belajar akan bermakna jika siswa melakukannya, bertanggung jawab, berinisiatif, percaya pada diri sendiri, kreatif dll.


DAFTAR PUSTAKA

ü  Dr. H. M. Mochlis Sholihin, M.Ag, Psikologi belajar, Salsabila Putra Pratama, 2013.

ü  Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru, Bandung: Remaja Rosda Karya, 2002




[1] Muhibbin, psikologi pendidikan, hal. 123-124.
[2] Muhibbin, psikologi pendidikan, hal 127.
[3] Kedua pendekatan diatas (ballard dan clanchy) sejalan dengan prinsip hukum islam ushul fiqh, yaitu al muhafadhah ala qadimi al shali wa al akhdu ala jadidi al ashlah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rangkuman Kisah nabi

BAGI YG ISLAM. TAK DIBACA SAYANG_*.👇 ✐ Selepas Malaikat Israfil meniup sangkakala (bentuknya seperti tanduk besar) yang memekak...